Pinguecula adalah benjolan kecil berwarna kekuningan yang terbentuk pada konjungtiva mata akibat penumpukan protein, lemak, atau kalsium.
BACA JUGA:Beragam Manfaat Susu Unta Untuk Kesehatan Tubuh Yang Jarang Diketaahui!
Penderita bisa mengalami mata kering, bengkak, atau berair. Jika terus tumbuh, pinguecula dapat berkembang menjadi pterygium, lapisan tipis yang menutupi kornea dan mengganggu penglihatan.
Biasanya pinguecula tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan obat tetes mata kortikosteroid. Namun, bila pertumbuhannya mulai menghalangi pandangan, tindakan operasi mungkin diperlukan.
3. Kalazion
Kalazion muncul akibat tersumbatnya kelenjar meibom, yang berfungsi memproduksi minyak untuk menjaga kelembapan mata. Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh peradangan atau infeksi kelenjar.
Faktor risiko meliputi:
Riwayat kalazion sebelumnya
Kulit kering
Kondisi medis seperti blefaritis kronis, dermatitis seboroik, rosacea, atau diabetes
BACA JUGA: Kamu Harus Tahu! Inilah Manfaat Susu Unta Untuk Kesehatan Tubuh Yang Luar Biasa
Benjolan kalazion biasanya berwarna kemerahan dan terasa nyeri saat disentuh, disertai mata berair dan sedikit iritasi. Kompres hangat bisa membantu meredakan gejala ringan. Jika tidak membaik, dokter mungkin melakukan prosedur bedah untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap.
4. Kista Dermoid
Kista dermoid adalah benjolan yang terbentuk karena jaringan kulit, rambut, atau lemak tidak berkembang sempurna saat janin.
Kista ini sering muncul di bagian putih mata dekat kornea atau di bawah kulit dekat tulang rongga mata. Meski sering tidak menimbulkan gejala, kista dermoid bisa memengaruhi penglihatan atau menimbulkan nyeri jika ukurannya membesar atau terinfeksi.
Kista dermoid lebih sering ditemukan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Jika tidak menimbulkan keluhan, tindakan medis biasanya tidak diperlukan. Namun, jika mulai mengganggu penglihatan, dokter akan menyarankan operasi untuk mengangkat kista tersebut.