Yuk Mengingat Tradisi Pernikahan Lama yang Punya Makna Mendalam

Minggu 07-09-2025,09:29 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Almi

Ada pula tradisi midodareni yang masih bertahan di sebagian daerah Jawa.

Malam sebelum akad diyakini sebagai saat kedatangan bidadari ke bumi.

Calon pengantin perempuan diperlakukan istimewa dan didoakan bersama.

Namun perlahan makna filosofisnya terkikis oleh acara seremonial belaka.

BACA JUGA:Yuk Telusuri Jejak Kolonial di Balik Nama Jalan yang Tiap Hari Kita Lewati

Di daerah lain ada tradisi arak arakan pengantin dengan musik khas.

Arak arakan bukan hanya hiburan tetapi juga bentuk syukur kepada Tuhan.

Masyarakat desa ikut serta berjalan bersama membawa doa dan restu.

Sekarang tradisi ini sering digantikan dengan pesta modern di gedung.

BACA JUGA:Rempah yang Menggerakkan Penjelajah dan Mengubah Sejarah Dunia

Tradisi pernikahan dulu juga banyak sarat simbol dan makna mendalam.

Seperti siraman yang melambangkan penyucian diri sebelum kehidupan baru.

Atau hantaran yang lebih dari sekadar memberi, tetapi sebagai lambang tanggung jawab.

Namun bagi sebagian orang, tradisi itu hanya dipandang sebagai formalitas.

BACA JUGA:Mari Ikuti, Jejak Sungai yang Jadi Saksi Sejarah Kehidupan Leluhur Kita

Globalisasi dan gaya hidup modern membuat tradisi semakin terpinggirkan.

Kategori :