Selain bangunan fisik perang dunia juga meninggalkan trauma di hati rakyat.
Cerita tentang romusha atau kerja paksa masih diwariskan turun temurun oleh keluarga.
Banyak nyawa melayang dalam penderitaan panjang yang terjadi di tanah sendiri.
Hal itu menjadi pengingat bahwa perang besar selalu membawa luka dalam sejarah.
BACA JUGA:Peristiwa Kecil yang Diam-Diam Mengubah Arah Sejarah Dunia
Jejak perang dunia di Indonesia kini justru menjadi bagian dari wisata sejarah.
Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung untuk melihat peninggalan itu.
Benteng bunker dan gua kini dipelihara agar bisa memberi pelajaran bagi generasi muda.
Bahwa kemerdekaan tidak datang mudah melainkan lahir dari penderitaan panjang.
BACA JUGA:Sungai Kuning: Menelusuri Jejak Sejarah dan Kejayaan Peradaban Tiongkok
Namun tidak semua peninggalan perang dirawat dengan baik oleh masyarakat.
Sebagian besar terbengkalai dan dibiarkan rusak dimakan waktu dan alam.
Padahal jika dikelola peninggalan itu bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga.
Ia juga bisa menjadi pengingat bahwa bangsa ini pernah berdiri di pusaran sejarah dunia.
BACA JUGA:Sungai Kuning: Menelusuri Jejak Sejarah dan Kejayaan Peradaban Tiongkok
Perang dunia di Indonesia memang sudah lama berakhir namun jejaknya masih nyata.