Obat Herbal Makin Digemari: Manfaat dan Cara Penggunaannya yang Sedang Tren

Minggu 31-08-2025,14:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Rasa pahitnya mengandung andrographolide, senyawa alami yang berperan sebagai imunostimulan dan antivirus.

BACA JUGA: Catat 8 Manfaat Buah Mengkudu untuk Kesehatan Yang Harus Kalian Ketahui!

BACA JUGA:Simak! Inilah 8 Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan Yang Jarang Diketahui

Daun kelor (Moringa oleifera)

Mengandung vitamin C, A, dan E, daun kelor dapat menangkal radikal bebas dan mendukung regenerasi sel imun tubuh.

Inovasi Produk Herbal Modern

Tingginya permintaan terhadap obat herbal mendorong industri jamu dan suplemen untuk berinovasi. Saat ini, produk herbal tersedia dalam berbagai bentuk seperti kapsul, teh celup, tablet effervescent, dan minuman siap saji. Beberapa merek ternama, seperti Sidomuncul, Herbana, Mustika Ratu, serta produsen lokal UMKM, menghadirkan produk yang praktis, higienis, dan tetap berkhasiat.

“Jamu yang sebelumnya dianggap kuno kini hadir dengan kemasan modern dan sertifikasi resmi, sehingga semakin diminati, termasuk oleh generasi muda,” ujar Rina Dewi, pengusaha jamu dari Yogyakarta.

BACA JUGA:Jarang Diketahui! Ini Manfaat Cabe Gendut untuk Diet dan Kesehatan Tubuh

BACA JUGA:Khasiat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan dan Cara Praktis Menggunakannya

Dukungan Penelitian

Kepercayaan masyarakat pada herbal juga diperkuat oleh riset ilmiah. Lembaga seperti LIPI, Balitbangkes, dan sejumlah universitas melakukan uji efektivitas tanaman obat untuk mendukung imunitas tubuh. Beberapa studi menunjukkan konsumsi rutin temulawak dan sambiloto dalam dosis yang tepat dapat meningkatkan kadar interferon, protein penting dalam melawan virus dan bakteri.

Konsumsi dengan Bijak

Meski bermanfaat, penggunaan herbal harus dilakukan dengan bijak. Tidak semua kondisi kesehatan bisa diatasi hanya dengan herbal, sehingga pengobatan medis tetap diperlukan dalam beberapa kasus. Pastikan produk yang digunakan memiliki izin BPOM atau terdaftar sebagai obat tradisional terstandar (OT) atau fitofarmaka.

“Obat herbal berperan sebagai pendukung kesehatan, bukan pengganti pengobatan modern. Konsultasi dengan dokter atau herbalis tetap diperlukan agar penggunaan aman dan efektif,” ujar dr. Santi Lestari, ahli pengobatan tradisional dari Surabaya.

Dengan edukasi yang tepat, penelitian yang kuat, dan regulasi yang jelas, obat herbal kembali menjadi pilihan bijak bagi masyarakat modern untuk menjaga daya tahan tubuh secara holistik.

Kategori :