Suatu ketika, seorang pemuda sakti mencoba melamarnya, tetapi lamaran itu ditolak. Pemuda tersebut kemudian mengancam akan menyakiti orang tua Roro Anteng.
Karena cemas tentang kemungkinan risiko yang dapat menimpa keluarganya, Roro Anteng pada akhirnya setuju dengan tawaran menikah tersebut, dengan ketentuan bahwa pemuda itu harus mengubah pemandangan di sekitar Bromo menjadi laut dalam waktu semalam.
Untuk memenuhi ketentuan tersebut, pemuda yang memiliki kekuatan luar biasa ini mulai menggali menggunakan batok raksasa.
Roro Anteng selanjutnya berusaha menggagalkan usaha tersebut dengan menumbuk padi pada malam hari, sehingga suara ayam berkokok bisa menutupi waktu dan memengaruhi proses yang dilakukan oleh pemuda itu.