Benarkah Sejarah Itu Penuh Rekayasa Para Pemenang?

Selasa 05-08-2025,15:20 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Almi

Ketika suatu rezim tumbang maka narasi sejarah pun bisa berubah total tergantung siapa yang naik ke tampuk kekuasaan. 

Revolusi Prancis Perang Dunia dan berbagai konflik ideologi adalah contoh bagaimana satu versi sejarah bisa digantikan dengan versi lain. 

Para tokoh yang sebelumnya dianggap pahlawan bisa tiba-tiba dicap sebagai pengkhianat hanya karena perubahan pemimpin. 

Begitu pula sebaliknya para pemberontak bisa dijadikan simbol perjuangan jika mereka berhasil mengambil alih kekuasaan.

BACA JUGA:Gunung Sumantri: Jejak Sejarah dan Kisah Kepahlawanan di Atap Papua

Dalam konteks ini kebenaran menjadi sesuatu yang relatif tergantung pada siapa yang mengendalikannya. 

Sejarah bukan lagi catatan objektif melainkan alat untuk membentuk opini publik membenarkan tindakan penguasa dan membentuk identitas suatu bangsa. 

Bahkan dalam era modern media sosial dan teknologi informasi bisa menjadi medan baru untuk menulis dan mengubah sejarah. 

Banyak pihak berlomba-lomba merevisi narasi lama demi kepentingan politik atau ideologi tertentu.

BACA JUGA:Sejarah dan Cerita Mistis Gunung Urug: Desa yang Terkubur Waktu

Karena itu penting bagi kita untuk membaca sejarah dengan sikap kritis dan tidak langsung percaya pada versi yang dominan. 

Selalu ada kemungkinan bahwa yang kita anggap sebagai fakta ternyata adalah versi yang sudah disunting dan disaring. 

Kita harus berani mencari sumber alternatif melihat dari berbagai sudut pandang dan memahami bahwa suara yang hilang juga menyimpan kebenaran.

Hanya dengan cara ini kita bisa memahami sejarah secara utuh dan adil,mereka yang menang memang punya kekuatan untuk menulis sejarah tapi bukan berarti mereka selalu menulis kebenaran. 

BACA JUGA:Sejarah Majapahit Tak Pernah Lengkap, Ini Alasannya

Dunia ini penuh dengan kisah yang belum sempat ditulis dan suara yang belum sempat terdengar. 

Kategori :