Kota Majapahit Bukan Sekadar Legenda, Ini Bukti yang Masih Tersisa!

Minggu 27-07-2025,22:03 WIB
Reporter : Yogi
Editor : Almi

Pemerintah sebenarnya telah menetapkan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional dan melarang pembangunan liar di sejumlah titik penting namun pengawasan di lapangan masih lemah dan banyak bangunan modern berdiri di atas tanah bersejarah. 

Di sisi lain upaya digitalisasi dan pemetaan bawah tanah mulai dilakukan dengan bantuan teknologi modern seperti lidar dan pemindaian georadar yang bisa menembus tanah tanpa harus menggali. 

Hasil sementara menunjukkan adanya pola yang mirip denah kota di bawah lapisan tanah yang menunjukkan bahwa masih banyak yang tersembunyi menunggu untuk diungkap. 

Jika penelitian ini terus dilakukan secara serius bukan tidak mungkin misteri kota Majapahit akan terbuka perlahan.

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Gunung Tambora: Letusan Dahsyat yang Mengubah Dunia!

Bagi masyarakat awam kisah kota Majapahit mungkin terasa seperti legenda yang hanya ada di buku sejarah atau dongeng pelajaran sekolah namun bagi sebagian orang terutama arkeolog dan peneliti sejarah ini adalah teka-teki besar yang masih belum selesai. 

Bayangkan jika suatu hari ditemukan gerbang utama istana pusat pemerintahan atau jalan raya kuno yang menghubungkan satu distrik dengan distrik lain itu akan menjadi penemuan luar biasa yang mengguncang dunia arkeologi. 

Indonesia akan memiliki lokasi sejarah bertaraf internasional yang dapat menjadi pusat penelitian sekaligus daya tarik wisata budaya yang mengagumkan. 

Tapi semua itu tidak akan terjadi jika misteri kota itu dibiarkan tetap terkubur dalam diam.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Bismo: Jejak Alam dan Legenda di Tanah Dieng!

Maka misteri kota Majapahit bukan sekadar soal bangunan yang hilang tetapi juga tentang ingatan sejarah yang belum selesai kita gali dan rawat bersama.

Generasi muda perlu tahu bahwa di balik sawah dan ladang di Trowulan pernah berdiri kota megah yang menjadi pusat peradaban besar di Asia Tenggara. 

Menjaga dan mencari jejaknya bukan hanya tugas para arkeolog tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menghargai masa lalu. 

Sebab bangsa yang besar bukan hanya karena masa depannya tetapi juga karena kesadarannya terhadap jejak langkah leluhurnya yang agung.

Kategori :