Salah satu tantangan terberat adalah sedimentasi dan pencemaran air.
Limbah rumah tangga dan industri yang masuk ke sungai tanpa pengolahan mempengaruhi kualitas air dan kesehatan ekosistem sungai.
BACA JUGA:Candi Arimbi Mojokerto: Jejak Spiritualitas dan Keagungan Kerajaan Majapahit yang Abadi
Beberapa spesies ikan endemik seperti ikan saluang, patin, dan baung mulai terancam akibat kerusakan lingkungan ini.
Pemerintah daerah bersama dengan organisasi masyarakat sipil telah melakukan berbagai upaya konservasi.
Gerakan bersih sungai, restorasi hutan riparian, dan edukasi lingkungan menjadi langkah penting untuk menyelamatkan Barito sebagai warisan alam dan sejarah.
Sungai Barito Hari Ini
Kini, Sungai Barito bukan hanya sekadar sungai besar yang mengalir di tengah Kalimantan, tetapi juga menjadi simbol peradaban yang terus bergerak.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Adat Bale Bonder: Simbol Musyawarah dan Kearifan Lokal Masyarakat Sasak!
Festival sungai, wisata susur sungai, hingga ekspedisi budaya menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai sejarah dan potensi ekonominya.
Salah satu landmark yang menarik perhatian adalah Jembatan Barito, sebuah jembatan gantung megah yang membentang di atas Sungai Barito dan menghubungkan Banjarmasin dengan wilayah Barito Kuala.
Jembatan ini tak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.