Sejarah Candi Brahu Trowulan: Jejak Peradaban dan Spiritualitas Kerajaan Majapahit!

Rabu 02-07-2025,07:12 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Temuan-temuan ini memperlihatkan bahwa Trowulan—yang dulu merupakan ibu kota Majapahit—adalah kota yang makmur, terbuka terhadap pengaruh budaya luar, dan menjadi pusat perdagangan internasional.

Pemugaran Candi Brahu dilakukan secara bertahap oleh pemerintah Indonesia sejak masa kolonial Belanda.

Kini candi ini telah menjadi bagian dari kawasan Trowulan yang dilestarikan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

BACA JUGA:Sejarah Bukit Peramun: Dari Tempat Meramu Obat Tradisional hingga Wisata Digital Berbasis Kearifan!

Upaya konservasi ini tidak hanya untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata sejarah yang mulai berkembang di wilayah tersebut.

Candi Brahu dalam Konteks Sejarah Majapahit

Letak Candi Brahu yang berada di tengah-tengah kawasan Trowulan menambah kuat asumsi bahwa candi ini memiliki keterkaitan erat dengan pusat pemerintahan Majapahit.

Banyak sejarawan berpendapat bahwa Trowulan dulunya merupakan ibu kota Majapahit, dan Candi Brahu menjadi salah satu titik spiritual penting dalam kehidupan keagamaan dan politik kerajaan.

Keberadaan Candi Brahu juga menjadi bukti bahwa kehidupan masyarakat Majapahit tidak hanya berfokus pada aspek militer dan politik, tetapi juga spiritualitas yang kental dengan nilai-nilai kebudayaan lokal dan ajaran agama.

Kategori :