Masyarakat lokal percaya bahwa kawasan Holbung telah menjadi bagian dari jalur perlintasan masyarakat Batak sejak dahulu kala.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Parang: Menelisik Jejak Alam dan Legenda di Purwakarta!
Terutama dalam aktivitas pertanian dan peternakan. Bukit ini dijadikan tempat penggembalaan ternak serta ladang berpindah.
Seiring waktu, Bukit Holbung juga dijadikan tempat beristirahat atau bermeditasi karena ketenangan suasananya.
Jejak Budaya Batak
Pulau Samosir, termasuk wilayah di sekitar Bukit Holbung, merupakan pusat budaya masyarakat Batak Toba.
Keberadaan bukit ini tidak dapat dilepaskan dari struktur kehidupan masyarakat adat.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Parang: Menelisik Jejak Alam dan Legenda di Purwakarta!
Bukit sering kali dianggap sebagai tempat yang memiliki kekuatan spiritual.
Menurut beberapa cerita rakyat yang beredar, bukit-bukit seperti Holbung dipercaya sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang atau lokasi persemedian para leluhur Batak.
Selain itu, beberapa ritual adat kadang dilakukan di perbukitan untuk mencari berkah atau sebagai bagian dari upacara tradisional.
Seperti mangalahat horbo (ritual persembahan kerbau) yang dilakukan untuk memohon kesuburan dan hasil panen.
BACA JUGA:Makanan Khas Klaten: 7 Hidangan Tradisional yang Wajib Kamu Coba!
Transformasi Menjadi Destinasi Wisata
Dalam satu dekade terakhir, Bukit Holbung mengalami perubahan besar dari tempat biasa menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat mulai membangun akses jalan, jalur pendakian, dan fasilitas penunjang wisata.