BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Danau Sikunir: Permata Tersembunyi di Kaki Gunung Dieng!
Letusan besar pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1586 dan konon menyebabkan korban jiwa yang cukup banyak, meski data pasti sulit ditemukan karena keterbatasan dokumentasi pada masa itu.
Pada abad ke-20, Gunung Raung tercatat meletus beberapa kali, termasuk pada tahun 1902, 1913, dan 1944.
Letusan-letusan ini umumnya bersifat eksplosif, dengan lontaran abu dan material vulkanik yang memengaruhi daerah-daerah sekitarnya.
Salah satu letusan besar modern terjadi pada tahun 2015. Saat itu, abu vulkanik dari Gunung Raung menyebabkan terganggunya sejumlah jadwal penerbangan di bandara di Banyuwangi dan Bali, karena visibilitas yang rendah.
BACA JUGA:Sejarah Danau Talang: Permata Alam di Lereng Gunung Talang!
Letusan terakhir yang tercatat secara signifikan terjadi pada tahun 2021, dengan status siaga yang menyebabkan beberapa desa di sekitar gunung harus bersiap menghadapi potensi evakuasi.
Meskipun tidak ada letusan besar, peningkatan aktivitas vulkanik ini menunjukkan bahwa Raung masih sangat aktif dan harus terus diawasi oleh para ahli vulkanologi.
Peran dalam Kehidupan Masyarakat Sekitar
Bagi masyarakat di sekitar lereng Gunung Raung, keberadaan gunung ini bukan hanya ancaman bencana alam, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Sejarah Danau Assa di Sangalla, Tana Toraja: Jejak Alam dan Budaya Leluhur!
Tanah yang subur akibat aktivitas vulkanik menjadi berkah bagi pertanian. Kopi, cengkeh, dan berbagai hasil bumi tumbuh subur di wilayah ini.
Selain itu, banyak penduduk lokal yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata, terutama dari para pendaki yang ingin menaklukkan puncak Raung.
Namun, hidup berdampingan dengan gunung aktif tidak pernah mudah.
Warga sekitar sering mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui laporan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk memastikan keselamatan mereka.
Latihan evakuasi rutin dan pengetahuan lokal tentang tanda-tanda alam menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi letusan.