BACA JUGA:Sejarah Danau Talang: Permata Alam di Lereng Gunung Talang!
Salah satunya adalah kisah bahwa danau ini dulunya merupakan tempat pertapaan para resi dari masa Hindu-Buddha yang datang ke Dieng untuk mencari pencerahan spiritual.
Beberapa warga juga meyakini bahwa Danau Sikunir terhubung dengan sistem perairan spiritual yang menyatu dengan kekuatan alam kawasan Dieng.
Sebagaimana diketahui, kawasan Dieng sendiri sejak lama dianggap sebagai tempat suci dan bermuatan magis oleh masyarakat Hindu kuno.
Candi-candi kecil peninggalan abad ke-8 seperti Candi Arjuna dan Candi Gatotkaca memperkuat kesan bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat kegiatan spiritual dan keagamaan.
BACA JUGA:Sejarah Danau Assa di Sangalla, Tana Toraja: Jejak Alam dan Budaya Leluhur!
Bagi penduduk lokal, Danau Sikunir juga diyakini sebagai salah satu tempat yang "dijaga" oleh makhluk halus atau penunggu.
Keyakinan ini membuat masyarakat memperlakukan kawasan danau dengan penuh rasa hormat.
Bahkan beberapa di antaranya masih melakukan ritual kecil sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.
Peran Sosial dan Ekonomi
Dalam perkembangannya, Danau Sikunir mulai dikenal wisatawan seiring meningkatnya minat terhadap wisata alam dan budaya.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Danau Satonda: Jejak Geologi dan Legenda Mistis dari Pulau Misterius!
Desa Sembungan pun bertransformasi menjadi desa wisata, dan danau ini menjadi salah satu titik yang dikunjungi setelah pendakian Bukit Sikunir.
Air danau yang tenang, berpadu dengan kabut pagi yang menggantung, memberikan panorama magis yang sangat Instagramable.
Kehadiran Danau Sikunir sebagai destinasi wisata membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.
Banyak penduduk yang membuka homestay, warung makan, atau jasa ojek wisata untuk mengantar wisatawan menuju titik-titik strategis, termasuk danau dan bukit.