Sejarah Bukit Daun Bengkulu: Jejak Vulkanik, Keindahan Alam, dan Warisan Budaya yang Tersembunyi!

Jumat 20-06-2025,23:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Meskipun belum tercatat adanya letusan besar dalam sejarah modern, aktivitas vulkanik Bukit Daun tetap dipantau secara berkala karena potensi bahayanya terhadap daerah di sekitarnya.

Keberadaan mata air panas dan uap sulfur di beberapa titik merupakan bukti bahwa aktivitas magma masih terjadi di bawah permukaan.

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Suku Kayan: Warisan Budaya dari Pedalaman Kalimantan!

Bukit Daun di Masa Kolonial

Sejarah Bukit Daun juga terkait dengan masa penjajahan Belanda. Pada abad ke-19.

Kawasan ini menjadi tempat penelitian alam oleh para ilmuwan Eropa, termasuk peneliti botani dan geologi.

Salah satu tokoh penting yang pernah menjelajahi kawasan sekitar adalah Sir Thomas Stamford Raffles, yang terkenal dengan penemuan bunga Rafflesia arnoldii di hutan Bengkulu.

Dalam catatan sejarah kolonial, Bukit Daun sering disebut sebagai bagian dari wilayah strategis dalam upaya Belanda memetakan potensi kekayaan alam Sumatra bagian selatan.

Mereka tertarik pada hasil hutan, tanaman herbal, serta kemungkinan sumber tambang yang tersembunyi di balik hutan lebat dan lereng-lereng curam gunung tersebut.

Nilai Ekologis dan Keanekaragaman Hayati

Selain sejarahnya, Bukit Daun juga memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi.

Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk bunga Rafflesia arnoldii dan Amorphophallus titanum.

Hutan di sekitar gunung ini menjadi bagian dari ekosistem penting yang menopang keberlangsungan hidup masyarakat di sekitarnya.

terutama sebagai sumber air bersih dan penyangga bencana alam.

Beberapa spesies endemik Sumatra seperti harimau sumatra, beruang madu, serta berbagai jenis burung langka juga tercatat pernah ditemukan di area ini.

Hal ini menjadikan Bukit Daun sebagai salah satu kawasan penting dalam agenda konservasi nasional.

Kategori :