PAGARALAMPOS.COM - Di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan Barat, tersembunyi sebuah ekosistem unik yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah alam dan budaya masyarakat setempat selama berabad-abad.
Ia adalah kawasan rawa musiman yang menyimpan kekayaan ekologis, nilai historis, serta peran penting dalam kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu di sekitarnya.
Asal-Usul Nama dan Letak Geografis
Nama "Sentarum" diyakini berasal dari bahasa lokal yang merujuk pada wilayah berair yang luas dan tergenang dalam waktu tertentu.
BACA JUGA:Waspada! Ini 10 Tanda Seseorang Diduga Memelihara Tuyul demi Kekayaan Kilat
Lokasinya berada di tengah-tengah DAS (Daerah Aliran Sungai) Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, yang membuat danau ini memiliki peranan penting sebagai pengatur sistem hidrologi regional.
Secara administratif, Danau Sentarum berada dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1999, dengan luas sekitar 132.000 hektare.
Namun jauh sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, danau ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal selama ratusan tahun.
Danau Sentarum dalam Sejarah Masyarakat Lokal
Saat musim hujan, danau meluap dan menjadi lahan penangkapan ikan yang sangat produktif. Saat musim kemarau tiba, air surut dan wilayah yang sebelumnya terendam menjadi ladang subur untuk bercocok tanam.
Kegiatan perikanan tradisional seperti menggunakan bubu, jala, dan pancing telah diwariskan secara turun-temurun.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Tanah Pasai: Sejarah Museum Malikussaleh!
Bahkan, Danau Sentarum dikenal sebagai habitat bagi ikan endemik seperti arwana merah (Scleropages formosus), yang memiliki nilai ekonomi dan simbolis tinggi bagi masyarakat sekitar.
Arwana merah dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kerap menjadi objek perdagangan internasional, yang sempat mengundang perhatian dunia.