Gunung Wayang sendiri memiliki kawah yang masih mengeluarkan uap dan gas belerang, yang menjadi indikasi aktifnya sistem geotermal di bawah permukaannya.
Warisan Budaya dan Kisah Mistis
Gunung Wayang bukan hanya menarik secara geologi, tapi juga kaya akan budaya lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Penduduk sekitar percaya bahwa gunung ini dijaga oleh makhluk halus yang disebut “karuhun” atau leluhur.
Banyak ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendaki atau melakukan aktivitas di gunung, sebagai bentuk penghormatan terhadap penunggu gunung tersebut.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Jembatan Batanghari: Simbol Kemajuan Infrastruktur Jambi!
Cerita mistis mengenai penampakan sosok bayangan raksasa menyerupai tokoh wayang atau kilatan cahaya misterius juga sering terdengar.
Beberapa pendaki mengaku pernah mendengar suara-suara asing, seperti bunyi tabuhan gamelan atau suara perempuan menembang dalam bahasa Sunda kuno.
Pengalaman ini membuat Gunung Wayang semakin dikeramatkan oleh sebagian masyarakat.
Peran Gunung Wayang dalam Kehidupan Masyarakat
BACA JUGA:Sejarah Museum Keprajuritan: Menyusuri Jejak Perjuangan Para Pahlawan
Sungai-sungai kecil yang berhulu dari lereng gunung ini mengalirkan air ke berbagai wilayah, termasuk ke area pertanian teh dan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi setempat.
Selain itu, keindahan alam Gunung Wayang juga mulai menarik minat wisatawan lokal yang ingin menikmati pendakian singkat, berkemah, atau sekadar menikmati pemandangan dari dataran tinggi.
Keberadaan Gunung Wayang sebagai salah satu titik penting dalam ekosistem dan ekonomi lokal membuat pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.