Sejarah Gunung Sibuthak: Antara Alam dan Legenda di Balik Kabut!

Sabtu 07-06-2025,11:25 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Gunung Sibuthak sudah sejak lama menjadi bagian dari perjalanan hidup suku-suku yang mendiami kawasan sekitarnya, seperti suku Anak Dalam dan beberapa komunitas Batak yang tinggal di lembah-lembah terdekat.

Gunung ini dulunya menjadi titik orientasi perjalanan, tempat pengambilan bahan obat-obatan herbal, hingga lokasi persembunyian saat masa-masa konflik antar kelompok di masa lampau.

Beberapa batu besar di lereng gunung bahkan dipercaya sebagai peninggalan zaman megalitikum.

Ada batu yang disebut “Batu Tangisan,” yang menurut warga akan mengeluarkan suara tangisan halus saat malam Jumat Kliwon tiba.

Peneliti lokal dari perguruan tinggi daerah sempat mendokumentasikan batu-batu ini sebagai bukti kemungkinan adanya situs prasejarah yang belum sepenuhnya terungkap.

Gunung dan Perubahan Zaman

Pada masa penjajahan Belanda, Gunung Sibuthak sempat dicatat sebagai salah satu wilayah yang sulit dijangkau dan dijadikan tempat persembunyian oleh para pejuang kemerdekaan.

Menurut cerita dari para tetua, para pejuang pernah membuat jalur rahasia melalui hutan di kaki gunung untuk menghindari patroli Belanda.

Meski tidak tercatat secara resmi dalam dokumen sejarah nasional, peran gunung ini sebagai tempat strategis dalam perjuangan lokal tidak bisa dipandang remeh.

BACA JUGA:Sejarah Museum Dirgantara: Napak Tilas Perjalanan Kedirgantaraan Indonesia!

Memasuki era modern, Gunung Sibuthak mulai dilirik sebagai kawasan konservasi alam karena kekayaan hayatinya.

Beberapa jenis tanaman langka ditemukan di sini, termasuk anggrek liar dan beberapa jenis pohon endemik yang hanya tumbuh di kawasan pegunungan Sumatra bagian tengah.

Aktivitas pendakian belum terlalu ramai, dan gunung ini masih lebih banyak dikunjungi oleh warga lokal yang hendak berziarah atau melakukan ritual adat.

Cerita Mistis dan Kepercayaan

Salah satu hal yang membuat Gunung Sibuthak tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat adalah kisah-kisah mistis yang menyelimutinya.

Banyak penduduk yang meyakini bahwa di puncak gunung terdapat sebuah “kerajaan gaib” yang dihuni oleh makhluk halus penjaga alam.

Kategori :