Di ranah kreatif, David Bowie tampil dengan rambut merah terang dan potongan eksentrik ala Ziggy Stardust yang mendobrak norma maskulinitas saat itu.
Ia menjadikan rambut sebagai kanvas ekspresi yang terus berubah mengikuti evolusi karier dan pemikirannya. Setiap warna, setiap potongan adalah narasi.
Bagi para seniman, gaya rambut Bowie memberi izin untuk tampil beda, menjadi diri sendiri sepenuhnya tanpa perlu minta maaf.
Di dunia modern yang serba menuntut keseragaman, inspirasi ini sungguh melegakan.
BACA JUGA:Mau Tampil Muda di Usia 50an? Berikut 10 Rekomedasi Gaya Rambut Agar Terlihat Beda
Barack Obama, meski dikenal dengan gaya rambut yang sangat sederhana dan konservatif, justru menunjukkan kekuatan konsistensi.
Potongan cepak rapi miliknya memberi kesan ketegasan, kepercayaan diri, dan profesionalisme yang tinggi.
Ia tidak mengikuti tren, justru membuat gaya klasik itu tetap relevan dan dihormati.
Ini membuktikan bahwa inspirasi gaya rambut tidak harus mencolok, selama ia merepresentasikan siapa diri kita sebenarnya.
BACA JUGA:6 Jenis Minyak Rambut Pria untuk Tampil Basah dan Lembut
Kadang, kesederhanaan justru membawa kekuatan yang lebih besar.
Kemudian ada Frida Kahlo, seniman asal Meksiko yang sering kali mengepang rambutnya dengan bunga-bunga warna-warni sebagai lambang femininitas dan budaya.
Rambut baginya bukan sekadar aksesori, tapi juga medium seni dan bentuk penghormatan pada akar tradisi.
Gaya khasnya kini menjadi simbol perempuan kuat yang tidak takut tampil autentik.
BACA JUGA:Gaya Rambut untuk Menyiasati Rambut Tipis
Dari jalanan seni rupa hingga catwalk mode, rambut ala Frida terus menjadi inspirasi lintas generasi.