Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai adat dan eksistensi suku-suku kecil seperti Bodi.
Namun demikian, berbagai upaya pelestarian kini mulai digerakkan oleh para tetua adat, tokoh masyarakat, serta akademisi.
BACA JUGA:Memahami Sejarah Peristiwa Tanjung Priok: Luka Mendalam dalam Catatan Reformasi!
Pencatatan silsilah, revitalisasi kegiatan adat, dan pendidikan budaya di sekolah-sekolah menjadi langkah-langkah penting untuk menjaga warisan ini tetap hidup.
Pemerintah daerah Sumatera Barat juga turut mendukung dengan menggelar festival kebudayaan, lomba randai, hingga pengarsipan sejarah suku-suku asli.
Semua ini diharapkan dapat memperkuat kembali rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur mereka.