PAGARALAMPOS.COM - Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga representasi nilai-nilai, identitas, dan sejarah pemiliknya.
Dalam konteks ini, Rumah Joglo milik Anies Baswedan telah menjadi perhatian publik, bukan hanya karena siapa pemiliknya, tetapi juga karena makna budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Rumah Joglo yang ditempati Anies Baswedan bersama keluarganya terletak di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Bangunan ini mengusung gaya arsitektur tradisional Jawa yang dikenal dengan nama Joglo, sebuah tipe rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Taman Balekambang Solo: Warisan Hijau dari Masa Kerajaan!
Pilihan Anies untuk menjadikan rumah tradisional sebagai tempat tinggal utama mencerminkan penghormatan terhadap warisan budaya Nusantara di tengah kehidupan urban modern.
Arsitektur Joglo: Simbol Filosofi Jawa
Rumah Joglo bukan hanya struktur fisik. Ia memuat makna-makna simbolik yang mendalam. Dalam budaya Jawa, Joglo dulunya identik dengan status sosial bangsawan atau keluarga terpandang.
Bentuk atapnya yang khas menjulang ke atas dengan empat tiang utama yang disebut soko guru merupakan simbol spiritual dan struktur sosial masyarakat Jawa.
BACA JUGA:Sejarah Rumah Gadang Kampuang Sarugo: Menyusuri Jejak Budaya Minangkabau yang Mengakar
Joglo juga dirancang dengan filosofi keterbukaan dan keseimbangan. Ruang tengah yang luas dan tanpa sekat disebut pendopo, menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, atau menyambut tamu.
Hal ini selaras dengan nilai keterbukaan dan musyawarah, sesuatu yang kerap diasosiasikan dengan gaya komunikasi Anies Baswedan selama berkiprah di dunia pendidikan maupun politik.
Asal Usul Rumah Joglo Milik Anies
Menurut berbagai sumber, rumah Joglo milik Anies bukanlah bangunan yang didirikan dari nol di Jakarta.