Menyikapi Sejarah Museum Sonobudoyo: Menelusuri Jejak Budaya Jawa!

Selasa 27-05-2025,15:02 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Arsitektur dan Koleksi Museum

BACA JUGA:Sejarah Panjang Pantai Losari: Dari Pelabuhan Niaga Masa Kolonial hingga Menjadi Ikon Wisata Modern!

Bangunan Museum Sonobudoyo mengadopsi gaya arsitektur khas Jawa dengan sentuhan kolonial Belanda.

Hal ini terlihat dari struktur joglo, penggunaan kayu ukir tradisional, dan ornamen-ornamen khas yang memberikan suasana etnik.

Museum ini terbagi menjadi dua unit, yaitu Unit I yang terletak di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta, dan Unit II yang berada di daerah Wijilan.

Unit I adalah gedung utama dan menjadi tempat penyimpanan koleksi permanen. Di dalamnya, pengunjung bisa menjumpai berbagai macam koleksi penting, seperti:

Arca-arca kuno dari masa Hindu-Buddha

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kampung Suku Bajo: Jejak Peradaban Laut yang Abadi!

  • Wayang kulit dan wayang golek dari berbagai daerah
  • Senjata tradisional seperti keris dan tombak
  • Batik klasik dari Yogyakarta, Solo, dan daerah lainnya
  • Naskah kuno berbahasa Jawa dan Sansekerta

Sementara Unit II lebih difungsikan sebagai ruang pertunjukan dan kegiatan budaya, seperti pertunjukan wayang kulit, lokakarya seni, dan diskusi budaya.

Peran Penting dalam Pendidikan dan Pelestarian

Museum Sonobudoyo bukan sekadar ruang pajang benda kuno. Ia juga menjalankan peran edukatif yang sangat penting dalam memperkenalkan sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda.

BACA JUGA:5 Weton Ini Disarankan Lakukan Amalan Ini Selain Puasa untuk Memperluas Rezeki

Selain itu, museum juga aktif menyelenggarakan pementasan seni tradisional seperti pertunjukan wayang kulit dengan dalang profesional, yang sering diadakan pada malam hari.

Ini menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga bagi wisatawan mancanegara yang ingin merasakan atmosfer budaya Jawa secara langsung.

Transformasi di Era Modern

Memasuki era digital, Museum Sonobudoyo terus berbenah. Beberapa langkah transformasi dilakukan, seperti digitalisasi koleksi, pengembangan tur virtual, dan kolaborasi dengan komunitas seni serta akademisi.

Kategori :