Ibunya yang berasal dari Jepang menganut agama Buddha, sedangkan sang ayah adalah pria Indonesia beragama Islam.
Sepanjang hidupnya, Naomi hidup damai di tengah perbedaan tersebut. Namun, kedamaian itu terusik setelah ia meninggal secara mendadak.
BACA JUGA:Apa Saja Kamera Film Murah yang Bagus untuk Pemula? Berikut Rekomendasinya!
BACA JUGA:Bagaimana Ratu Sofya Membangun Kariernya di Dunia Film? Temukan Jawabannya!
Konflik Pemakaman yang Menguras Emosi
Kematian Naomi menjadi pemicu perseteruan antara kedua orang tuanya yang telah berpisah. Masing-masing ingin memakamkannya sesuai ajaran agama mereka.
Sang ibu bersikeras melakukan prosesi Buddha, sementara ayahnya ingin melaksanakan pemakaman secara Islam.
Konflik batin dan tarik-menarik keyakinan ini menciptakan pertentangan yang sangat emosional. Bahkan setelah meninggal, Naomi tetap menjadi pusat dari perebutan dan perdebatan yang menyayat hati.
Sosok Shoujiro, pria Muslim yang memiliki kedekatan dengan Naomi semasa hidup, turut memberikan dimensi tambahan pada kisah ini. Perannya bisa menjadi kunci dalam menentukan arah akhir cerita.
BACA JUGA:Film The Outpost, Kisah Nyata Mencekamnya Peperangan di Afghanistan
Apakah Naomi Akan Dimakamkan Secara Buddha atau Islam?
Pertanyaan inilah yang menjadi inti ketegangan dalam film. Apakah Naomi akan dimakamkan sesuai dengan kepercayaan sang ibu atau sang ayah? Temukan jawabannya hanya di KlikFilm.
Film dengan Nilai Kemanusiaan dan Budaya
Lebih dari sekadar cerita konflik keluarga, "Berebut Jenazah" menghadirkan refleksi mendalam tentang cara pandang budaya terhadap kematian.
Film ini memperlihatkan bagaimana tradisi pemakaman berbeda dapat menimbulkan benturan, namun juga membuka ruang untuk dialog dan pemahaman.