Kebersamaan terlihat dalam tata ruang yang mendorong interaksi antar anggota keluarga.
Kesederhanaan nampak dari bahan bangunan yang digunakan serta dekorasi rumah yang tidak berlebihan, namun tetap memiliki nilai estetika.
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Museum Joang '45: Jejak Perjuangan di Tengah Jakarta!
Perkembangan dan Keberadaan Saat Ini
Seiring waktu, perubahan gaya hidup dan pesatnya pembangunan di Jakarta membuat keberadaan Rumah Kebaya semakin langka.
Rumah-rumah tradisional ini banyak yang sudah tergantikan oleh bangunan beton modern. Namun demikian, upaya pelestarian tetap dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun komunitas budaya Betawi.
Beberapa rumah Kebaya masih dapat dijumpai di daerah seperti Setu Babakan di Jakarta Selatan, yang telah dijadikan kawasan cagar budaya dan pusat pelestarian kebudayaan Betawi.
BACA JUGA:Sejarah Pabrik Gula Kedaton yang Sebagian Bahan Bakunya dari Bekas Keraton Plered
Di sana, pengunjung bisa melihat langsung bentuk asli Rumah Kebaya, lengkap dengan perabotan tradisional dan suasana khas perkampungan Betawi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong pelestarian Rumah Kebaya melalui berbagai festival, program edukasi, dan pembangunan replika rumah adat di taman-taman kota atau museum.