Mereka biasanya melakukan ritual dan doa-doa tertentu, memohon berkah atau petunjuk dari leluhur.
Di beberapa titik di gunung ini, terdapat petilasan atau tempat yang diyakini sebagai bekas semedi tokoh-tokoh sakti zaman dahulu.
Salah satu petilasan yang cukup dikenal adalah Batu Semedi Pakuwojo, sebuah batu besar di lereng gunung yang sering menjadi tempat duduk para peziarah saat berdoa.
Ritual-ritual tersebut dilakukan secara turun-temurun, dan dipercaya membawa ketenangan batin serta keberkahan hidup.
BACA JUGA:600 Tahun Mengguncang Dunia Inilah Kejayaan Islam di Bawah Kesultanan Ottoman
Meskipun demikian, kegiatan ini dijalankan dengan penuh hormat dan tidak melenceng dari nilai-nilai agama dan budaya.
Peran dalam Sejarah Lokal
Gunung Pakuwojo juga pernah menjadi tempat persembunyian para pejuang pada masa penjajahan Belanda.
Kontur alamnya yang tersembunyi dan hutan lebat menjadi lokasi strategis untuk bersembunyi dari kejaran penjajah.
BACA JUGA:600 Tahun Mengguncang Dunia Inilah Kejayaan Islam di Bawah Kesultanan Ottoman
Beberapa tokoh masyarakat menyebut bahwa gunung ini menyimpan jejak perjuangan rakyat Wonosobo dalam mempertahankan kemerdekaan.
Selain itu, warga sekitar percaya bahwa energi dari gunung ini turut menjaga desa-desa di sekitarnya dari bencana alam besar.
Kepercayaan ini membuat masyarakat setempat tetap menjaga kesucian dan kelestarian kawasan gunung.
Mereka tidak sembarangan menebang pohon atau merusak lingkungan karena takut mendapat karma atau "bala" dari roh penjaga gunung.
Menjaga Warisan Budaya
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Bismo: Jejak Mistis dan Pesona Alam Dieng!