BACA JUGA:Sejarah Tugu Khatulistiwa: Ikon Geografis di Jantung Kalimantan yang Menandai Garis Tengah Bumi!
Hal ini tercermin dalam berbagai pertunjukan seperti Mamanda, seni budaya Melayu seperti Jepen/Zapin, dan musik tradisional Panting Gambus.
Asal usul Suku Kutai berdasarkan tradisi lisan mereka merujuk kepada perpindahan penduduk dari daratan Asia, khususnya dari provinsi Yunan di Cina Selatan, yang terjadi antara tahun 3000-1500 sebelum Masehi.
Kelompok ini melakukan migrasi ke Pulau Kalimantan melalui perjalanan yang melewati Hainan, Taiwan, Filipina, sebelum akhirnya menyeberangi Laut Cina Selatan.
Pada masanya, perpindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lain menjadi lebih mudah karena menurunnya permukaan laut akibat pembekuan es di Kutub Utara dan Selatan.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Keraton Gunung Tabur: Simbol Kejayaan dan Identitas Budaya Kalimantan Timur
Dengan menggunakan perahu kecil bercadik yang dilengkapi sayap dari bambu, mereka dapat dengan mudah menyeberangi Selat Karimata dan Laut Cina Selatan menuju Kalimantan Timur.
Di masa tersebut, penduduk Kutai terbagi menjadi lima puak atau suku, yaitu:
1. Puak Pantun
2. Puak Punang
3. Puak Sendawar
4. Puak Pahu
5. Puak Melanti