BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gunung Geurutee: Antara Legenda dan Keindahan Alam Aceh!
Namun, berbagai kendala membuat tanah ini sebagian besar menjadi lahan tidur dan menimbulkan masalah kepemilikan yang kemudian berujung pada konflik.
Pengembangan Punclut Sebagai Wisata
Pada tahun 1997, pemerintah membatalkan keputusan mengenai kepemilikan tanah oleh mantan pejuang dan mulai merencanakan Punclut sebagai kawasan wisata.
Pemerintah menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan Punclut menjadi daerah wisata, dan pada tahun 2004, kawasan ini ditetapkan sebagai daerah hijau dan hutan lindung yang memiliki peran penting sebagai paru-paru kota Bandung.
Pada tahun 2005, Punclut mulai berkembang pesat dengan banyaknya pembangunan infrastruktur, akses jalan, dan peningkatan minat pengusaha lokal yang mendirikan restoran, kafe, hingga hotel.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah Pura Giri Arjuno di Lereng Gunung Arjuno!
BACA JUGA:Sejarah Gunung Dempo Pagaralam: Keindahan Alam dan Warisan Budaya yang Tersembunyi!
Pemandangan yang indah membuat Punclut menjadi salah satu destinasi favorit warga Bandung dan wisatawan dari luar kota.
Beberapa tempat makan dan rekreasi terkenal di Punclut Bandung antara lain:
Dago Bakery – Menyajikan kuliner dan minuman dengan desain bangunan yang menyerupai kastel Eropa, menjadi ikon yang sering digunakan untuk foto atau bahkan sesi prewedding.
D’Dieuland – Tempat rekreasi yang menawarkan berbagai permainan luar ruangan seperti skywalk dan flying fox, serta spot foto menarik.
Lereng Anteng Panoramic Coffee – Menyediakan suasana tenang untuk menikmati kopi sambil menikmati pemandangan, dengan tenda transparan untuk melindungi pengunjung dari udara dingin.
Angkringan de BlankOn – Menyajikan hidangan khas angkringan dengan tambahan menu dari Jogja, seperti gudeg.
Tafso Barn – Kafe dengan desain unik dan estetik, menawarkan pengalaman bersantai dengan berbagai pilihan tempat duduk dan fasilitas golf kecil.