Namun, seiring bertambahnya kesadaran perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, benteng ini menjadi tempat simbolis bagi berbagai aksi perlawanan, termasuk perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap kolonialisme.
# Struktur dan Arsitektur Benteng Ferangi
Dalam hal arsitektur, Benteng Ferangi menampilkan pengaruh desain bangunan Eropa pada masa kolonial.
BACA JUGA: Sejarah Benteng Wolio: Jejak Kejayaan Kesultanan Buton di Puncak Bukit!
Dinding-dindingnya yang terbuat dari batu besar memberikan kesan kokoh dan kuat, melindungi pasukan dari serangan musuh.
Benteng ini juga dilengkapi dengan menara pengawas yang memungkinkan penjaga untuk memantau kondisi sekitar dan mencegah serangan mendadak.
Meskipun sebagian besar struktur fisik benteng kini telah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, reruntuhan yang tersisa tetap mengingatkan kita akan pentingnya benteng ini dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
BACA JUGA:Sejarah Benteng Nassau: Saksi Bisu Penjajahan VOC dan Tragedi Berdarah di Banda Neira!
# Kehidupan Pasca-Kolonial
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, Benteng Ferangi tidak lagi berfungsi sebagai benteng pertahanan.
Namun, bangunan ini tetap menjadi salah satu situs sejarah yang sangat signifikan, yang kini menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Banyak pengunjung dan wisatawan yang datang untuk berkunjung ke Benteng Ferangi, tidak hanya untuk menikmati keindahan alam sekitarnya, tetapi juga untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa.
BACA JUGA:Sejarah Pulau Kelor: Benteng Martello, Jejak Kolonial dan Warisan Terlupakan di Ujung Jakarta!
Pemerintah daerah juga berupaya merawat dan melestarikan benteng ini, menjadikannya salah satu destinasi wisata bersejarah yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
# Benteng Ferangi dan Warisan Budaya
Selain perannya dalam sejarah militer, Benteng Ferangi juga memiliki nilai penting dalam konteks warisan budaya Indonesia.