Sejarah Rumah Tjong A Fie Mansion: Warisan Sang Dermawan dari Medan!

Kamis 01-05-2025,00:29 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

BACA JUGA:Mengejutkan, inilah Rahasia Pandangan Belanda Terhadap Rakyat Indonesia

Interior rumah dipenuhi furnitur antik, lukisan, serta ornamen kayu ukir yang semuanya masih terawat hingga kini.

Simbol Kekuasaan dan Toleransi

Ia dikenal sebagai dermawan yang membangun berbagai fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, dan kuil, untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan suku atau agama.

Salah satu warisan terbesarnya adalah pendirian Bank Deli dan keterlibatannya dalam pengembangan jalur kereta api Medan Binjai.

BACA JUGA:Mengejutkan, inilah Rahasia Pandangan Belanda Terhadap Rakyat Indonesia

Kepemimpinannya yang inklusif membuatnya dihormati lintas golongan. Ketika ia wafat pada tahun 1921, ribuan orang dari berbagai etnis dan agama menghadiri pemakamannya bukti nyata kecintaan masyarakat terhadapnya.

Dari Rumah Pribadi ke Museum Bersejarah

Setelah kematiannya, rumah ini tetap dihuni oleh keturunannya hingga akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2009.

Kini, Tjong A Fie Mansion menjadi museum yang menyimpan koleksi pribadi dan dokumen sejarah keluarga Tjong, sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Kota Medan.

Wisatawan yang berkunjung dapat menyusuri lorong-lorong rumah sambil menikmati cerita dari pemandu tentang bagaimana kehidupan elite Tionghoa tempo dulu.

Suasana bangunan yang masih otentik memberikan kesan seolah pengunjung kembali ke masa kolonial. Selain menjadi objek wisata, rumah ini juga sering dijadikan lokasi pemotretan dan acara budaya.

Kategori :