PAGARALAMPOS.COM - Gunung Prau, yang terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Batang, Jawa Tengah, merupakan salah satu gunung yang dikenal memiliki pesona alam yang luar biasa.
Meskipun tidak setenar gunung-gunung besar seperti Gunung Merapi atau Gunung Semeru, Gunung Prau tetap menjadi destinasi favorit para pendaki, baik pemula maupun yang berpengalaman.
Tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keberadaan sejarah dan legenda yang tersembunyi di baliknya.
Asal Usul Nama Gunung Prau
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Legenda Puteri Pukes: Kisah Cinta dan Kutukan dari Tanah Gayo!
Nama "Prau" sendiri sebenarnya memiliki beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat sekitar.
Dalam bahasa Jawa, "Prau" berarti perahu, dan ada anggapan bahwa bentuk puncak Gunung Prau yang melengkung mirip dengan bentuk perahu.
Namun, ada pula yang meyakini bahwa nama tersebut berasal dari cerita rakyat yang berkaitan dengan perahu besar yang digunakan untuk mengangkut raja atau pemimpin dalam sejarah Jawa.
Selain itu, Gunung Prau juga dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama "Gunung Sumbing Kembar," karena letaknya yang dekat dengan Gunung Sumbing, salah satu gunung tinggi di Jawa Tengah.
BACA JUGA:Sejarah Danau Kelimutu: Keajaiban Alam Tiga Warna di Puncak Flores!
Meskipun demikian, nama "Prau" lebih dikenal oleh pendaki dan wisatawan, terutama dalam konteks pendakian gunung di Indonesia.
Letak Geografis dan Keindahan Alam
Gunung Prau memiliki ketinggian sekitar 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tergolong dalam kategori gunung dengan tingkat kesulitan pendakian yang sedang.
Dari puncaknya, para pendaki dapat menyaksikan pemandangan spektakuler yang mencakup Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, serta perbukitan hijau yang membentang luas di sekitarnya.
BACA JUGA:Memahami Kisah Sejarah Monumen Jalesveva Jayamahe: Simbol Kejayaan Maritim Indonesia