Beberapa peneliti dari dalam dan luar negeri datang untuk meneliti flora dan fauna endemik yang hanya bisa ditemukan di kawasan ini, seperti burung enggang, owa-owa, hingga berbagai jenis tumbuhan obat yang belum banyak terdata.
BACA JUGA:Memahami Kisah Sejarah Monumen Jalesveva Jayamahe: Simbol Kejayaan Maritim Indonesia
Tahun 1982 menjadi tonggak penting dalam sejarah Gunung Bukit Raya ketika kawasan sekitarnya resmi ditetapkan sebagai bagian dari Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), yang mencakup wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Penetapan ini bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus melestarikan warisan budaya yang melekat di kawasan tersebut.
Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati
Sebagai bagian dari TNBBBR, Gunung Bukit Raya menjadi surga bagi para pecinta alam dan peneliti. Hutan hujan tropis yang lebat dan lembab menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Monumen Bambu Runcing: Simbol Perjuangan Rakyat Surabaya
Uniknya, banyak di antaranya adalah spesies langka yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Gunung ini juga berfungsi sebagai sumber air penting bagi sungai-sungai besar di Kalimantan. Pepohonan raksasa dan vegetasi padatnya berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan iklim lokal.
Namun, seperti banyak kawasan alam lainnya, Bukit Raya tidak lepas dari ancaman. Pembalakan liar, perambahan hutan, dan aktivitas ilegal lainnya mengancam kelestarian kawasan ini.
Meski demikian, berbagai pihak—baik pemerintah, LSM, maupun masyarakat adat terus bekerja sama untuk menjaga kelangsungan hidup Gunung Bukit Raya.
Gunung yang Menantang Pendaki
BACA JUGA:Arti Kata 'Tik' dan 'Amba' dalam Kata 'Batik' serta Maknanya dalam Proses Membatik
Dalam dunia pendakian, Gunung Bukit Raya dikenal sebagai salah satu dari "Seven Summits of Indonesia", yakni tujuh puncak tertinggi di masing-masing pulau besar di Indonesia.
Pendakian ke puncak ini bukan hal yang mudah. Medan yang sulit, jalur yang belum terlalu populer, serta minimnya fasilitas membuat pendakian ke Bukit Raya menjadi tantangan tersendiri.
Biasanya, jalur pendakian yang digunakan dimulai dari Desa Rantau Malam di Kalimantan Barat, kemudian menyusuri sungai dan hutan belantara.