BACA JUGA:Sejarah Gunung Toba: Letusan Supervolcano yang Membentuk Danau Terbesar di Asia Tenggara!
Kisah-kisah keberaniannya tersebar dari mulut ke mulut: ia bisa menghilang, kebal terhadap peluru, bahkan bisa menggandakan dirinya.
Kemampuan-kemampuan ini tentu saja sudah bercampur dengan unsur mistis yang memperkuat citranya sebagai tokoh legendaris.
Pengejaran dan Kematian Si Pitung
Pemerintah kolonial Belanda tidak tinggal diam. Si Pitung menjadi buronan utama mereka. Salah satu tokoh yang ditugaskan untuk menangkapnya adalah seorang polisi Belanda keturunan Indo bernama Hinne.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Monumen Bambu Runcing: Simbol Perjuangan Rakyat Surabaya
Menurut versi paling populer, Pitung akhirnya ditangkap dan dibunuh oleh polisi Belanda setelah dikhianati oleh seseorang yang mengenalnya.
Ia ditangkap di rumah seorang dukun di daerah Rawabelong.
Konon, Si Pitung hanya bisa ditaklukkan dengan peluru emas yang ditembakkan ke arah punggungnya titik yang diyakini sebagai satu-satunya bagian tubuhnya yang tidak kebal.
Namun, beberapa versi lain menyebutkan bahwa Si Pitung tidak pernah benar-benar mati, melainkan berhasil melarikan diri dan menghilang entah ke mana.
Sebagian orang percaya ia masih hidup dan menanti saat untuk kembali membela rakyat kecil.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Sejarah Danau dan Gunung Merbabu: Warisan Alam, Budaya, dan Mitologi di Jawa Tengah
Antara Mitos dan Fakta
Sulit untuk memastikan mana bagian dari kisah Si Pitung yang benar-benar fakta sejarah dan mana yang sudah menjadi legenda.
Sejarawan mencatat adanya tokoh bernama Si Pitung yang memang pernah hidup, namun kisah hidupnya yang berkembang hingga kini sudah bercampur dengan cerita rakyat dan dongeng masyarakat Betawi.
Legenda Si Pitung menjadi bukti bagaimana masyarakat Indonesia khususnya Betawi menciptakan figur-figur pahlawan lokal yang merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan.