Kode ini menunjukkan betapa masyarakat Babilonia sudah mengenal prinsip keadilan, meskipun bersifat hierarkis dan keras.
Di masa Babilonia Baru (Neo-Babylonia), kota Babilon mencapai puncak kejayaannya.
Selain itu, Babilonia juga terkenal dalam bidang astronomi dan matematika. Mereka telah mengembangkan sistem kalender dan memahami gerakan benda langit secara cukup akurat.
Asyur: Kekaisaran Militer yang Menakutkan
Sementara Babilonia berjaya di selatan, di utara muncul Kerajaan Asyur, yang dikenal akan kekuatan militernya.
BACA JUGA:Yuk Intip! Menggali Sejarah Makna Sumpah Pemuda Landasan Persatuan Bangsa Indonesia
Mereka membangun sistem administrasi yang efektif dan jaringan komunikasi yang luar biasa untuk masa itu.
Asyur juga dikenal sebagai bangsa yang mendokumentasikan sejarah mereka dengan sangat rinci.
Di kota Niniwe, Raja Ashurbanipal membangun salah satu perpustakaan terbesar di dunia kuno, yang berisi ribuan tablet tanah liat berisi berbagai teks, dari catatan administratif hingga puisi epik seperti Epos Gilgamesh.
Warisan Abadi Mesopotamia
Meskipun peradaban-peradaban Mesopotamia akhirnya runtuh karena invasi dan perubahan zaman, warisan mereka masih sangat terasa hingga kini.
BACA JUGA:Dari Lagenda ke Wisata Perjalanan Panjang Danau Singkarak Dalam Sejarah Sumatera Barat
Konsep pemerintahan, sistem hukum, matematika, penanggalan, bahkan tulisan—semuanya berakar dari pencapaian bangsa-bangsa Mesopotamia.
Mereka adalah bukti bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah mampu menciptakan struktur sosial dan intelektual yang canggih.
Kini, reruntuhan kota-kota kuno di Mesopotamia menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. Situs-situs seperti Ur, Babilon, dan Niniwe menyimpan banyak kisah yang masih terus digali dan diteliti oleh para arkeolog dan sejarawan.
Sejarah Mesopotamia bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang asal mula manusia sebagai makhluk yang berpikir, mencipta, dan membangun peradaban.