Sejarah Gunung Kawi: Antara Mitos, Spiritualitas, dan Warisan Budaya

Kamis 24-04-2025,22:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Dengan ketinggian mencapai sekitar 2.651 meter di atas permukaan laut, Gunung Kawi bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena sejarah, mitos, dan nilai spiritual yang menyelimutinya.

Sejak dahulu kala, gunung ini telah menjadi tempat yang sakral bagi sebagian masyarakat Jawa dan menjadi tujuan ziarah yang sangat populer, terutama bagi mereka yang mencari berkah dan ketenangan batin.

Asal-Usul Nama Gunung Kawi

Kata ini juga erat kaitannya dengan budaya Jawa kuno, di mana karya sastra sering diabadikan dalam bentuk kidung atau tembang. 
BACA JUGA:Garut Menyimpan Segudang Sejarah: Kearifan Lokal dan Tradisi yang Tetap Terjaga di Era Modern

Namun, ada pula yang percaya bahwa nama Kawi berasal dari kata “ka-wis” yang berarti “yang suci”.

Hal ini sejalan dengan kepercayaan masyarakat lokal yang menganggap gunung ini sebagai tempat suci yang dihuni oleh roh-roh leluhur dan makhluk halus.

Jejak Sejarah dan Pengaruh Hindu-Buddha

Gunung Kawi telah lama menjadi bagian penting dalam sejarah budaya dan spiritual masyarakat Jawa. 

Pada masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Kerajaan Singhasari dan Majapahit, daerah sekitar Gunung Kawi dipercaya sebagai tempat pertapaan dan meditasi para resi atau brahmana.

BACA JUGA:Kerajaan Kaimana: Kerajaan Islam Tertua di Tanah Papua yang Pernah Diserang oleh Kerajaan Tidore

Bukti sejarahnya masih dapat dilihat dari berbagai peninggalan arkeologis di sekitar kaki gunung, termasuk candi dan situs pemujaan.

Salah satu situs paling terkenal adalah Kompleks Makam Eyang Djayabaya dan Eyang Sujo di lereng Gunung Kawi. Kedua tokoh ini diyakini memiliki kekuatan spiritual yang sangat tinggi dan dihormati oleh banyak orang hingga kini.

Djayabaya sendiri kerap dikaitkan dengan Raja Kediri yang terkenal dengan ramalan-ramalannya.

Gunung Kawi Sebagai Tempat Ziarah

Tradisi ziarah ke Gunung Kawi telah berlangsung selama ratusan tahun dan tetap lestari hingga kini.

Kategori :