Sejarah Bukit Soeharto: Dari Hutan Lindung hingga Simbol Perubahan Kalimantan!

Sabtu 19-04-2025,01:29 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok konservasi yang terlibat dalam upaya pelestarian hutan di Bukit Soeharto, berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Pembangunan Infrastruktur dan Dampaknya

Seiring berjalannya waktu, Bukit Soeharto tidak hanya dikenal sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi tempat wisata alam yang menarik.

BACA JUGA:5 Destinasi Romantis di Jogja untuk Momen Spesial Bersama Pasangan

Pada awalnya, kawasan ini memang lebih dikenal karena kegiatan konservasi dan penelitian ilmiah, namun seiring perkembangan infrastruktur di sekitar Kalimantan Timur, akses menuju bukit ini semakin mudah.

Namun, seperti banyak daerah konservasi lainnya, pembangunan yang pesat di sekitar Bukit Soeharto menimbulkan tantangan tersendiri bagi kelestarian kawasan ini.

Peningkatan jumlah pengunjung, eksploitasi alam, dan urbanisasi di kawasan sekitar bisa membawa dampak negatif terhadap ekosistem yang ada.

Oleh karena itu, pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan tidak merusak kelestarian alam di Bukit Soeharto.

BACA JUGA:5 Destinasi Romantis di Jogja untuk Momen Spesial Bersama Pasangan

Peran Bukit Soeharto dalam Kehidupan Masyarakat Setempat

Bagi masyarakat sekitar, Bukit Soeharto bukan hanya sebuah tempat wisata atau konservasi alam. Bukit ini juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang dalam.

Beberapa suku Dayak yang tinggal di sekitar kawasan ini memandang bukit ini sebagai tempat yang sakral dan penuh makna.

Mereka percaya bahwa alam yang terjaga dengan baik akan membawa keberkahan bagi kehidupan mereka. Selain itu, Bukit Soeharto juga memberikan manfaat ekonomi melalui ekowisata.

BACA JUGA:Menelusuri Keunikan Budaya dan Tradisi Masyarakat Maluku: Warisan yang Tetap Hidup

Dengan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam, kawasan ini turut membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk berwirausaha, baik melalui penyediaan akomodasi, pemandu wisata, hingga produk-produk lokal yang dijual kepada wisatawan.

Upaya Pelestarian dan Tantangan ke Depan

Kategori :