Peristiwa penting yang menandai kejatuhan Pajajaran adalah dibawanya singgasana kerajaan, Palangka Sriman Sriwacana, ke Surasowan (Banten), sebagai simbol bahwa kekuasaan Pajajaran telah berpindah tangan.
Setelah keruntuhan tersebut, sebagian punggawa kerajaan memilih hidup mengasingkan diri di wilayah pedalaman Lebak.
Mereka menjalankan kehidupan tradisional yang ketat, dan hingga kini dikenal sebagai masyarakat Baduy.
Peninggalan Sejarah yang Masih Ada
Meski kerajaan telah lama runtuh, beberapa peninggalan sejarah masih bisa ditemukan hingga kini:
Serat Babad Pajajaran
Naskah ini memuat kisah raja-raja Pajajaran serta nilai-nilai budaya masyarakat Sunda tempo dulu.
BACA JUGA:Sejarah Misteri Taman Rekreasi Bedugul: Jejak Masa Lalu yang Terlupakan di Bali!
BACA JUGA:Sejarah Gunung Sanggabuana: Jejak Sejarah yang Tersimpan di Puncaknya!
Carita Parahyangan
Disusun sekitar abad ke-16, naskah ini mencatat sejarah Sunda dari masa Galuh hingga runtuhnya Pajajaran.
Carita Waruga Guru
Naskah yang ditulis pada abad ke-17-18, mengandung kisah silsilah raja Pajajaran dari Adam dan menunjukkan proses akulturasi budaya Hindu dan Islam.
Prasasti Batu Tulis
Terletak di Kota Bogor, prasasti ini dibuat oleh Surawisesa sebagai bentuk penghormatan terhadap ayahnya, Sri Baduga Maharaja.
BACA JUGA:Bagaimana Sejarah Perang Dunia II dan Balasan Propaganda Cabul: Gambar Saru Tentara Sekutu!