BACA JUGA:Suku Ternate dan Keberlanjutan Tradisi: Alasan di Balik Kekuatan Mereka dalam Mempertahankan Budaya
Saat ini, Istana Sultan berfungsi sebagai pusat pelestarian subjek warisan budaya.
Senjata yang dipamerkan termasuk senapan, meriam kecil, bola bundar, tombak, parang dan perisai.
Tidak hanya itu, sultan juga digunakan sebagai Yujugan untuk acara keagamaan tradisional dan kegiatan untuk mendukung fungsi pemerintah Marc utara.
2. Kota dengan Seribu Benteng
BACA JUGA:Kekuasaan di Tengah Perlawanan: Dinamika Kesultanan Ternate dalam Sejarah Rempah
Selain rempah -rempah, banyak benteng adalah daya tarik khusus untuk wisatawan domestik dan internasional.
Benteng Ternate dibangun untuk mengamankan orang -orang Portugis, Belanda dan orang -orang kuno Spanyol.
Salah satu yang paling populer adalah Benteng Kalamata, diambil dari nama Pangeran Kaitil Kalamata, seorang saudara lelaki Sultan Ternathemadarshah.
Benteng, juga dikenal sebagai Redwood, terletak di Cayumera, Thanate Selatan.
BACA JUGA:Keunikan Suku Ternate: Tradisi, Budaya, dan Identitas yang Tetap Lestari
Ketika Portugis dibangun, Fort Santarcia dipanggil. Benteng Kalamata terletak di depan jalan yang menghubungkan Thanate dan Tidoa.
Selanjutnya, Oranje -Fort dibangun pada 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge. Benteng itu berasal dari benteng tua yang dibangun oleh orang Portugis.
Fort Oranger telah menjadi pusat pemerintahan utama di Hindia Timur Belanda.
Kemampuan benteng untuk mengusir musuh yang menyerang di laut dan di negara itu dapat dilihat dengan adanya serangkaian meriam yang tersisa di sana.
BACA JUGA:Dari Rempah ke Kekuasaan: Jejak Sejarah Kesultanan Ternate