Namun, dengan berbagai stimulus ekonomi dan kebijakan moneter yang diterapkan pemerintah serta Bank Indonesia, IHSG perlahan bangkit dan kembali ke level 6.000-an pada akhir 2020.
Pemulihan Pasca Pandemi dan Tren Terkini
Seiring dengan pemulihan ekonomi global, IHSG terus menunjukkan penguatan.
BACA JUGA:Bisnis di Ambang Krisis? Ini Rahasia Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi!
Sektor teknologi, perbankan, dan komoditas menjadi motor pertumbuhan, didukung oleh meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor komoditas seperti batu bara dan minyak sawit.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja IHSG
Pergerakan IHSG tidak terjadi secara acak, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan kinerja IHSG:
1. Kondisi Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB), memiliki pengaruh besar terhadap IHSG.
BACA JUGA:Peluang Emas! Franchise yang Bakal Meledak di Masa Depan!
Jika ekonomi tumbuh dengan baik, investor cenderung optimis dan harga saham naik.
Sebaliknya, jika terjadi perlambatan ekonomi, IHSG berpotensi mengalami tekanan.
2. Kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia
Kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia juga mempengaruhi IHSG.
Misalnya, penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia dapat meningkatkan minat investor terhadap saham karena biaya pinjaman menjadi lebih murah, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan.