Teknologi daur ulang air limbah menjadi solusi efektif untuk menghemat air bersih.
BACA JUGA:AI di 2025: Kecerdasannya Sudah Melebihi Manusia? Ini Fakta Mengejutkannya!
Proses seperti Membrane Bioreactor (MBR) dan Advanced Oxidation Process (AOP) memungkinkan air limbah diolah kembali menjadi air layak pakai, bahkan bisa dikonsumsi.
Beberapa kota seperti Singapura telah sukses menggunakan teknologi ini untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air alami.
3. Sistem Pengumpulan Air Hujan
Beberapa negara dengan curah hujan tinggi telah mengembangkan sistem pengumpulan dan penyimpanan air hujan untuk keperluan rumah tangga dan industri.
Teknologi ini bisa digunakan di kota-kota besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tanah.
BACA JUGA:Waspada! Ancaman Siber 2025 Semakin Ganas – Begini Cara Melindungi Diri Anda!
4. Irigasi Cerdas untuk Pertanian
Pertanian merupakan sektor yang paling banyak menggunakan air.
Oleh karena itu, sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) dan Irigasi Presisi berbasis sensor semakin dikembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi pemborosan.
Teknologi ini sudah diterapkan di Israel dan beberapa negara yang mengalami kekeringan.
5. Penggunaan Sensor IoT untuk Manajemen Air
Teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan sumber daya air secara real-time.
BACA JUGA:Gadget Canggih Ini Bisa Dipakai di Tubuh! Masa Depan atau Sekadar Tren?
Sensor yang dipasang di sungai, danau, dan waduk dapat mendeteksi pencemaran, kebocoran, atau perubahan kualitas air secara otomatis, sehingga pengelolaan air bisa lebih efisien.