PAGARALAMPOS.COM - Perang Troya merupakan salah satu kisah paling terkenal dalam mitologi Yunani, menggambarkan pertempuran panjang antara pasukan Yunani dan Troya.
Namun, sebelum konflik besar itu terjadi, wilayah Troya sudah memiliki sejarah panjang yang berakar pada sosok Teucer, yang dipercaya sebagai pendiri awal daerah tersebut.
Teucer dan Awal Mula Troya
Dalam epos Aeneid karya Virgil, Teucer disebut sebagai pendatang dari Pulau Kreta, yang pada masa itu merupakan bagian dari peradaban Minoa.
Sementara itu, sejarawan seperti Dionysius dari Halikarnassus memiliki pandangan lain, menyebutkan bahwa Teucer berasal dari Attica, Yunani.
BACA JUGA:Kisah Sejarah Museum Sonobudoyo: Menyelami Kekayaan Budaya Jawa di Jantung Yogyakarta!
BACA JUGA:Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang: Menelusuri Jejak Sejarah di Bumi Sriwijaya!
Meskipun asal-usulnya masih diperdebatkan, legenda menyebutkan bahwa Teucer dan pengikutnya bermigrasi ke daerah barat laut Anatolia, tepatnya di sekitar Sungai Scamander, akibat krisis pangan yang melanda wilayah asal mereka.
Tempat yang mereka tempati berkembang menjadi kawasan yang dikenal sebagai Troad, yang kemudian menjadi pusat dari kerajaan Troya.
Dardanus dan Lahirnya Dinasti Troya
Beberapa waktu setelah wilayah ini berdiri, seorang tokoh bernama Dardanus tiba dan memainkan peran penting dalam sejarah Troya.
Menurut Dionysius, Dardanus berasal dari Arcadia, Yunani, dan kemudian menikahi putri Teucer.
BACA JUGA:Sejarah Gua Harimau: Jejak Peradaban Purba dan Kehidupan Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan!
BACA JUGA:Sejarah Museum Manusia Purba Sangiran: Menyingkap Jejak Awal Peradaban di Nusantara!
Karena Teucer tidak memiliki putra sebagai penerus, Dardanus mengambil alih kepemimpinan di wilayah tersebut.
Dari keturunannya lahir Tros, yang kemudian menamai kerajaannya sesuai dengan namanya, yakni Troya.
Masyarakat Troya diyakini merupakan keturunan dari Teucer dan Dardanus, dan tetap mempertahankan pengaruh budaya Kreta dalam kehidupan mereka.
Ilus dan Pendirian Kota Troya
Ilus, putra Tros, memiliki peran penting dalam pembangunan kota Troya.
BACA JUGA:Sejarah Gua Pawon: Jejak Peradaban Manusia Purba di Jawa Barat!
BACA JUGA:Sejarah Gua Leang-Leang: Mengungkap Jejak Kehidupan Manusia Prasejarah di Sulawesi Selatan!
Menurut legenda, setelah memenangkan seekor sapi dalam sebuah kompetisi di Frigia, Ilus mendapat petunjuk ilahi untuk mendirikan kota di tempat sapi tersebut berhenti.
Berdasarkan petunjuk tersebut, ia membangun kota yang dinamai Ilios, sesuai dengan namanya sendiri.
Seiring waktu, Ilios berkembang menjadi pusat pemerintahan dan menjadi lebih dikenal dengan nama Troya.
Dalam Iliad karya Homer, kota ini disebut dengan dua nama, yakni Ilios dan Troy.
Hubungan Troya dengan Dunia Yunani
Dalam Iliad, masyarakat Troya digambarkan memiliki banyak kesamaan budaya, bahasa, dan kepercayaan dengan bangsa Yunani.
BACA JUGA:Meyikapi Kisah Sejarah Gua Lawa: Jejak Alam dan Budaya di Perut Bumi!
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gua Kontilola: Keunikan Gua Penuh Stalaktit dan Kelelawar di Papua!
Dionysius bahkan mengemukakan bahwa Troya pada dasarnya merupakan bagian dari peradaban Yunani kuno.
Dari sudut pandang arkeologi, kota Troya pada Zaman Perunggu disebut sebagai Wilusa dalam catatan bangsa Het, yang memiliki kesamaan dengan nama Ilios.
Salah satu dokumen Het menyebutkan seorang raja bernama Alaksandu, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan nama Alexandros, yaitu nama lain dari Paris, putra Raja Priam dari Troya yang menculik Helen dan memicu Perang Troya.
BACA JUGA:Sejarah Gua Diah: Mengungkap Jejak Prasejarah di Pedalaman Nusantara!
BACA JUGA:Sejarah Gua Tewet: Mengungkap Warisan Seni Cadas Prasejarah di Kalimantan Timur!
Sebagian sejarawan menduga bahwa kisah Teucer dan pemukim awal Yunani di Troya merupakan bagian dari ingatan kolektif yang diwariskan turun-temurun.
Setelah kehancuran Troya sekitar tahun 950 SM, wilayah ini mengalami kemunduran. Namun, pada abad ke-9 SM, bangsa Yunani kembali menetap di sana, membawa pengaruh budaya baru dan membangkitkan kejayaan kota yang telah lama menjadi legenda.