Menyelami Kisah Sejarah Gunung Tambora: Letusan Dahsyat yang Mengubah Dunia!

Rabu 19-03-2025,17:20 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Tambora runtuh: Volume besar material yang dikeluarkan menyebabkan runtuhnya puncak gunung, membentuk kaldera dengan diameter sekitar 6 km dan kedalaman lebih dari 1.100 meter.

Diperkirakan sekitar 71.000 orang tewas akibat letusan ini, baik karena dampak langsung maupun kelaparan yang terjadi setelahnya.

Dampak Global Letusan Tambora

Letusan Gunung Tambora bukan hanya menghancurkan wilayah sekitarnya bahkan juga mempunyai dampak global yang sangat signifikan:

BACA JUGA:Sejarah Museum Rudana: Menelusuri Jejak Seni dan Budaya di Ubud!

Tahun Tanpa Musim Panas (1816)

Abu vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer menyebabkan penurunan suhu global.

Tahun 1816 dikenal sebagai "Tahun Tanpa Musim Panas," di mana banyak wilayah di Amerika Utara dan Eropa mengalami cuaca ekstrem, gagal panen, dan kelaparan massal.

Perubahan Iklim

BACA JUGA:Menelusuri Jejak Sejarah Museum MACAN: Membangun Jembatan Seni Modern dan Kontemporer di Indonesia!

Partikel sulfur dioksida yang tersebar di atmosfer menciptakan efek rumah kaca, menghalangi sinar matahari dan menyebabkan suhu bumi turun beberapa derajat selama beberapa tahun.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Krisis pangan terjadi di berbagai negara akibat gagal panen yang disebabkan oleh perubahan iklim. Harga pangan melonjak drastis, menyebabkan kesulitan ekonomi bagi banyak masyarakat di dunia.

Keadaan Gunung Tambora Saat Ini

BACA JUGA:Sejarah dan Perkembangan Museum Zoologi Bogor: Pusat Penelitian dan Konservasi Fauna Indonesia!

Saat ini, Gunung Tambora memiliki ketinggian sekitar 2.850 meter setelah kehilangan sebagian besar massanya akibat letusan tahun 1815.

Kategori :