Rumah yang memiliki Gapura Candi Bentar biasanya mencerminkan status sosial pemiliknya, terutama di kalangan keluarga bangsawan atau pendeta Hindu.
Selain itu, gapura ini juga menjadi identitas budaya masyarakat Bali, yang menunjukkan kekayaan nilai-nilai tradisional yang mereka pertahankan.
Pelestarian Gapura Candi Bentar di Era Modern
BACA JUGA:Lonceng Cakra Donya: Saksi Bisu Hubungan Sejarah Aceh dan Tiongkok
walaupuun banyak rumah modern yang mengadopsi gaya minimalis Gapura Candi Bentar masih tetap dipertahankan dalam berbagai bangunan di Bali baik di rumah adat msekipun tempat wisata.
Namun, ada beberapa tantangan dalam pelestariannya, seperti:
1. Pergeseran Gaya Arsitektur
Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai budaya dan filosofi yang terkandung dalam arsitektur tradisional Bali.
2. Kurangnya Pengrajin Tradisional
BACA JUGA:Pernikahan Jamak di Sparta: Tradisi Unik dalam Sejarah Yunani Kuno
Membuat Gapura Candi Bentar membutuhkan keterampilan khusus dalam seni ukir dan konstruksi.
Upaya pelatihan dan regenerasi tenaga ahli perlu dilakukan agar keterampilan ini tidak punah.
Kesimpulan
Gapura Candi Bentar bukan hanya sekadar pintu masuk, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat akan makna spiritual dan filosofi kehidupan.
BACA JUGA:Kisah Suku Bima: Sejarah, Tradisi, dan Warisan Budaya di Tanah Samawa!
Meskipun modernisasi membawa tantangan bagi keberlanjutan arsitektur tradisional, berbagai upaya pelestarian tetap dilakukan agar Gapura Candi Bentar tetap eksis dan terus dikenal oleh generasi mendatang.