Selain itu, gaya komunikasi juga harus diperhatikan.
Apakah ingin terlihat profesional, santai, atau humoris? Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan audiens yang ditargetkan.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Ambon: Asal-Usul Hingga Tradisi,Adat istiadat, dan Memiliki Struktur Sosial!
Misalnya, influencer di bidang bisnis dan keuangan cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal dan edukatif,
sedangkan influencer di bidang lifestyle atau travel bisa lebih santai dan inspiratif.
3. Konsisten dalam Membuat Konten Berkualitas
Konten adalah kunci utama dalam membangun brand pribadi. Influencer harus konsisten dalam membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi audiens.
Beberapa jenis konten yang bisa digunakan meliputi:
Video: Tutorial, vlog, atau live streaming untuk interaksi lebih dekat dengan pengikut.
Foto: Gambar berkualitas tinggi dengan estetika yang menarik.
Artikel atau Caption: Menulis cerita yang informatif atau inspiratif untuk meningkatkan engagement.
Konsistensi dalam jadwal posting juga penting.
Misalnya, jika seorang influencer terbiasa mengunggah konten setiap hari Senin dan Kamis, pengikut akan terbiasa menunggu konten baru pada hari tersebut.
BACA JUGA:Atasi Kericuhan Unras, Personel Dalmas Dilatih Pengendalian Massa
4. Membangun Interaksi dengan Audiens