Awalnya, industri tekstil Jepang terinspirasi oleh denim Amerika yang dibawa oleh tentara AS.
Namun, seiring waktu, Jepang mulai mengembangkan teknik produksi mereka sendiri, mengutamakan metode tradisional seperti shuttle loom dan pewarnaan indigo alami.
Merek seperti Samurai Jeans, Momotaro, dan Iron Heart menjadi contoh dari kualitas denim Jepang yang terkenal di dunia.
BACA JUGA:Laptop Murah Tapi Ganteng, Inilah Advan TBook X Transformers
2. Bahan Baku dan Teknik Produksi
Denim Amerika: Mass Production dan Modern Technology
Denim Amerika lebih mengandalkan produksi massal dengan menggunakan mesin modern.
Mayoritas denim diproduksi dengan rapier loom, mesin yang dapat membuat kain dalam jumlah besar dengan cepat.
Teknik ini menghasilkan denim yang seragam, ringan, dan cocok untuk kebutuhan pasar luas.
Denim Amerika juga sering menggunakan bahan katun dari Texas atau California, yang dikenal memiliki serat panjang dan kuat.
Proses pewarnaan indigo yang digunakan umumnya berbasis sintetis, sehingga warna memudar secara merata seiring pemakaian.
BACA JUGA:Axioo Hype JKT48 Special Edition, Laptop Lokal Canggih dengan Sentuhan Khas JKT48
Denim Jepang: Handmade dan Detail-Oriented
Sebaliknya, denim Jepang terkenal dengan kualitasnya yang tinggi karena masih diproduksi dengan shuttle loom, yaitu mesin tenun tradisional yang menghasilkan selvedge denim.
Selvedge denim memiliki tepi kain yang rapat dan tidak mudah terurai, membuatnya lebih tahan lama dan eksklusif.
Selain itu, banyak produsen denim Jepang masih menggunakan metode pewarnaan natural indigo, yang menghasilkan warna lebih kaya dan memudar dengan cara unik, menciptakan efek fading yang lebih menarik.