White balance (WB) adalah pengaturan yang mengontrol suhu warna dalam foto Anda. Setiap sumber cahaya memiliki suhu warna yang berbeda, dan pengaturan white balance yang tepat akan memastikan bahwa warna pada foto terlihat alami.
Jika white balance tidak disesuaikan dengan benar, hasil foto dapat terlihat terlalu biru (terlalu dingin) atau terlalu oranye (terlalu hangat).
Untuk suhu warna yang lebih dingin, seperti saat memotret di bawah cahaya lampu neon, Anda bisa mengatur white balance ke tungsten.
Untuk suhu warna yang lebih hangat, seperti saat memotret di bawah cahaya matahari terbenam, pilih daylight atau cloudy.
Jika Anda ingin bereksperimen dengan warna dalam foto Anda, cobalah menyesuaikan white balance secara manual sesuai dengan keinginan.
BACA JUGA:HP Oscal Flat 2C, Desain Tipis dengan Performa Tak Tertandingi!
3. Fokus Manual untuk Kontrol Lebih Akurat
Fokus otomatis pada kamera ponsel sering kali cukup baik, tetapi dalam beberapa situasi, Anda mungkin ingin mengambil alih kontrol fokus secara manual.
Mode manual memungkinkan Anda untuk memilih titik fokus yang lebih presisi, baik pada objek dekat atau objek yang jauh.
Fokus manual sangat berguna saat memotret makro atau saat Anda menginginkan efek bokeh yang tajam di bagian depan dan latar belakang yang blur.
Pastikan untuk memanfaatkan focus peaking jika tersedia di ponsel Anda, fitur ini membantu menyoroti area yang sedang fokus dengan warna tertentu, membuatnya lebih mudah untuk memastikan ketajaman fokus pada gambar.
4. Eksperimen dengan Shutter Speed untuk Efek Dinamis
Salah satu keunggulan utama menggunakan mode manual adalah kemampuan untuk mengatur shutter speed sesuai keinginan.
Dengan mengubah shutter speed, Anda dapat mengontrol gerakan dalam gambar Anda. Jika Anda ingin membekukan gerakan dengan tajam, seperti saat memotret aksi olahraga atau kendaraan yang bergerak cepat, gunakan shutter speed tinggi (misalnya 1/1000 detik atau lebih cepat).
Di sisi lain, jika Anda ingin menangkap gerakan secara artistik, seperti air yang mengalir halus atau cahaya mobil yang bergerak, gunakan shutter speed yang lebih lambat (misalnya 1/30 detik atau lebih lambat).
Dengan cara ini, Anda dapat menciptakan efek gerakan yang dramatis dan menambah kedalaman visual pada gambar.