Hal ini menunjukkan bahwa TPA Riyaddul Jannah tidak hanya menitik beratkan pada pengajaran Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi anak-anak yang bertanggungjawab dalam menjalankan ajaran agama.
Namun, dibalik keberhasilan dalam mendidik anak-anak, Sulastri juga berbagi pengalaman tentang tantangan yang dihadapinya dalammengajar.
BACA JUGA:Bantuan Pendidikan Tunai PIP bisa Dicairkan lewat BRI
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, yang membuat tugas seorang guru ngaji menjadi lebih kompleks.
Meskipun demikian, Sulastri tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik dengan menanamkan nilai-nilai moral dan cinta terhadap Al-Qur’an.
"Pada masa pertumbuhan seperti ini, peran seorang guru ngaji sangatlah penting untuk menjaga anak-anak darihal-hal yang dapat merugikan mereka.
BACA JUGA:Debat Perdana Wali Kota Pagaralam: Calon Nomor Urut 1 Soroti Pendidikan dan Kesehatan
Kami berupaya menanamkan nilai dan moral pendidikan, dengan harapan dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia," jelasnya.
Keberadaan TPA Riyaddul Jannah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama yang baik dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencetak generasi masa depan yang tidak hanya pintar dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Dengan komitmen tinggi dari para pengajar dan dukungan dari masyarakat sekitar, TPA ini akan terus menjadi tempat yang mendidik dan membimbing anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an dan ajaran agama Islam.