Selesainya Mengwi menjadi kerajaan besar, Taman Genter dipindahkan ke arah timur serta diperluas.
Pura yg diperluas tadi kemudian dinamakan Pura Taman Ayun serta diresmikan pada hari Selasa Kliwon-Medangsia tahun 1556 Saka.
Karena itu, sampai ketika ini, pada setiap Selasa Kliwon wuku Medangsia dalam kalender Saka, diadakan piodalan buat memperingati hari jadi pura tersebut.
Pura Taman Ayun Bali mengalami beberapa kali renovasi akbar. perbaikan besar -besaran dilakukan pada renovasi pertama tahun 1937.
BACA JUGA:6 Desa Wisata Megalitikum yang Memukau: Menyaksikan Langsung Peninggalan Zaman Batu Besar
Lalu, di tahun 1949, pemugaran difokuskan pada kori agung, gapura bentar, serta pembuatan wantilan akbar. Renovasi lainnya dilakukan pada tahun 1972 serta terakhir pada tahun 1976.
Kompleks Pura Taman Ayun memiliki luas 100 x 250 meter persegi, terdiri berasal pelataran luar serta 3 pelataran pada yang semakin tinggi ke arah pada.
Taman Ayun artinya galat satu peninggalan bersejarah Kerajaan Mengwi pada Bali, yg juga dikenal menggunakan nama ‘Mangapura’, ‘Mangaraja’, serta ‘Kawiyapura’.
Bagian-Bagian Pura
BACA JUGA:Penemuan Bersejarah! Peralatan Batu Kuno Terungkap di Situs Paleolitikum
Pura Taman Ayun, mirip pura lainnya di Bali, terbagi menjadi beberapa bagian sesuai konsep Tri Mandala: Nista Mandala, Madya Mandala, serta utama Mandala. Berikut merupakan sedikit penjelasannya.
1. Jaba
Jaba ialah halaman luar yg berada pada bagian selatan Pura Taman Ayun, difungsikan menjadi area istirahat pengunjung.
Pada sini ada taman yg indah, Bale Wantilan, loket tiket, kolam mungil menggunakan air mancur, Bale Bengong, dan Pura Siluh Resi.
BACA JUGA:Leang-leang: Situs Prasejarah Memukau yang Jadi Destinasi Favorit di Sulawesi Selatan
2. Jaba Tengah