Tempat tinggal panjang ini bisa ditemukan pada Desa Tumbang Anoi. rumah istiadat ini memiliki nilai sejarah, karena pada kawasan inilah terjadi perjanjian tenang antar kepala suku Dayak pada Kalimantan bila terjadi perselisihan.
Seperti dengan rumah betang pasir panjang, pada sepanjang sisi tempat tinggal terdapat balkon yg berfungsi menjadi kawasan istirahat serta menikmati pemandangan sekitar.
BACA JUGA:Sejarah Masjid Agung Semarang: Arsitektur dan Daya Tarik Masjid yang Unik!
Uniknya, di pada rumah ini ada patung-patung dan lukisan yg mempunyai makna penting dalam agama masyarakat suku Dayak.