rakyat memercayai filosofi baik serta jelek sebagai akibatnya tidak terdapat area abu-abu. Peraturan serta embargo dipatuhi dengan pencerahan penuh demi kebaikan bersama.
Boleh dikatakan tempat tinggal istiadat ini ramah lingkungan. Bangunannya menggunakan bahan-bahan berasal alam yang dipilih sesuai sifatnya yg awet dan bisa mengikuti keadaan menggunakan cuaca.
Dalam proses pembangunannya tidak terdapat aktivitas pengerukan tanah, contohnya buat menghasilkan fondasi. Selain itu, tempat tinggal Banten pula memperhitungkan sirkulasi udara dan sinar mentari .
Filosofi warga Baduy yang dekat menggunakan alam juga tercermin di ornamen tabrakan yang umumnya bertema tumbuhan serta hewan. ukiran masyarakat Baduy populer halus.
BACA JUGA:Monumen Bajra Sandhi: Sejarah Berdirinya Monumen, Keindahan Arsitektur dan Filosofi di Baliknya!
Keunikan rumah Banten
Berikut ialah keunikan tempat tinggal adat Banten yang bisa sebagai inspirasi buat menciptakan tempat tinggal yg ramah lingkungan.
1. Konstruksi Bangunan
Tempat tinggal istiadat Banten berupa rumah anjung yang mengikuti kontur tanah serta dibangun secara naluriah.
BACA JUGA:Monumen Bajra Sandhi: Sejarah Berdirinya Monumen, Keindahan Arsitektur dan Filosofi di Baliknya!
Rakyat Baduy menjunjung tinggi kelestarian alam, sebagai akibatnya menggunakan bahan-bahan asal hutan.
Bahkan melubangi atau mengeruk tanah saja tidak dilakukan. Kaki-kaki rumah asal kayu yang tidak sejajar disangga menggunakan bebatuan, tak ditanam di tanah.
Dinding tempat tinggal adat Banten terbuat asal anyaman bambu yang diklaim sarigsig, sedangkan atapnya terbuat asal daun kelapa atau ijuk serta nipah.
Penggabungan bagian-bagian rumahnya tidak memakai paku. Atap nipah membantu meredam panas pada siang hari.
BACA JUGA:Sejarah Singkat Rumah Adat Aceh: Memiliki Keunikan dan Makna dalam Arsitekturnya!
Sementara drainase terbuat asal bebatuan yg disusun mengelilingi tempat tinggal. Bebatuan tadi sekaligus berfungsi menjadi penahan gerusan tanah akibat hujan.