BACA JUGA:Jejak Sejarah Daeng Maleini: Kisah Istri Putra Raja Indrapura di Mukomuko
Setelah itu, kastengel dipanggang dalam oven bersuhu sekitar 160–170°C selama 20–30 menit hingga matang dan renyah.
Kastengel dan Tradisi Lebaran
Di Indonesia, kastengel hampir selalu menjadi bagian dari kue kering khas Lebaran, bersama dengan nastar dan putri salju.
Kue ini sering disajikan dalam toples kaca atau plastik di meja tamu, siap untuk dinikmati oleh keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi.
Kelezatan kastengel tidak hanya berasal dari rasa gurih kejunya, tetapi juga dari teksturnya yang renyah dan sedikit crumbly (mudah rapuh di mulut).
BACA JUGA:Sejarah dan Latar Belakang Dibangunnya Museum Tsunami di Aceh: Arsitektur, Ruang, dan Koleksi!
Kombinasi ini membuat kastengel menjadi camilan yang sulit untuk ditolak, terutama bagi pecinta keju.
Selain itu, kastengel juga sering dijadikan sebagai hantaran atau oleh-oleh saat Lebaran.
Beberapa keluarga bahkan memiliki resep turun-temurun yang mereka jaga dan wariskan dari generasi ke generasi.
Kastengel adalah salah satu kue kering yang selalu dinantikan saat Lebaran.
BACA JUGA:Menilik Sejarah Panjang Gedung Kesenian Jakarta: Dari Era Kolonial hingga Modern!
Rasa gurih kejunya yang khas serta teksturnya yang renyah menjadikannya favorit banyak orang.
Dengan bahan-bahan sederhana namun berkualitas, kastengel dapat dibuat sendiri di rumah sebagai suguhan spesial bagi keluarga dan tamu.
Jadi, tak lengkap rasanya jika merayakan Lebaran tanpa menikmati kelezatan kastengel yang menggoda ini!