PAGARALAMPOS.COM - Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto, Bitcoin telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan dalam dunia keuangan dan teknologi.
Sebagai mata uang digital pertama yang terdesentralisasi, Bitcoin menawarkan alternatif terhadap sistem keuangan tradisional yang berbasis uang fiat.
Namun, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: apakah Bitcoin bisa menggantikan uang fiat sepenuhnya?
Uang fiat adalah mata uang yang dikeluarkan dan dikontrol oleh pemerintah suatu negara, seperti Rupiah, Dolar, atau Euro.
BACA JUGA:Bagaimana Cara Klaim DANA Kaget 2025? Ikuti Langkah Ini untuk Dapat Saldo Gratis!
Nilai uang fiat tidak didukung oleh komoditas seperti emas atau perak, melainkan oleh kepercayaan masyarakat dan regulasi pemerintah.
Pemerintah dan bank sentral memiliki kendali penuh terhadap kebijakan moneter, termasuk pencetakan uang dan pengaturan suku bunga.
Sebagai mata uang digital, Bitcoin memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih menarik dibandingkan uang fiat, antara lain:
Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga pusat seperti bank atau pemerintah, sehingga kebijakan moneter tidak dapat dimanipulasi oleh pihak tertentu.
BACA JUGA:Bingung Cari Reel Pancing Murah tapi Bagus? Cek 5 Pilihan Ini!
Semua transaksi Bitcoin tercatat di blockchain, yang merupakan buku besar publik yang tidak bisa diubah.
Hal ini membuat Bitcoin lebih aman dan sulit dipalsukan dibandingkan uang fiat.
Bitcoin hanya memiliki suplai maksimal 21 juta koin, sehingga tidak bisa dicetak sesuka hati seperti uang fiat.
Hal ini berpotensi mengurangi risiko inflasi yang disebabkan oleh pencetakan uang berlebihan.
BACA JUGA:Apa Kelebihan dan Kekurangan Layar OLED? Ini Penjelasan Lengkapnya!