Asal-usul Emas Monas, Inilah Sosok Orang Telah Menyumbang Emas monas Tersebut!

Senin 24-02-2025,15:30 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

Kemudian, Teuku Markam bergabung menggunakan Tentara masyarakat Indonesia (TRI) dan  mengikuti pertempuran Medan Area pada Tembung, Sumatera Utara.

Sesudah itu, Teuku Markam diutus ke Bandung buat menjadi ajudan Jenderal Gatot Subroto.

Lalu, Jenderal Gatot Subroto mengenalkan Teuku Markam ke Ir. Sukarno yg waktu itu sedang mencari pengusaha pribumi yang dapat menangani pertarungan perekonomian pada Indonesia.

Di tahun 1957, Teuku Markam balik  ke kampung halamannya pada Aceh ketika ia sudah berpangkat Kapten. lalu, beliau mendirikan PT Karkam.

BACA JUGA:Sejarah Singkat Kerajaan Galuh: Prasejarah Perkembangaan Dari masa ke Masa Peninggalan Kerajaan!

Teuku Markam sempat ditahan karena berseteru dengan Teuku Hamzah, Panglima Kodam Iskandar belia.

Tetapi, beliau dibebaskan di tahun 1958 dan langsung kembali ke Jakarta menggunakan membawa PT Karkam.

Perusahaan tadi dipercaya oleh pemerintah Orde lama buat mengelola pampasan perang, pembayaran yg secara paksa ditarik sang negeri pemenang perang pada negeri yang kalah perang menjadi ganti atas kerugian material.

perluasan usaha Teuku Markam

BACA JUGA:Sejarah Singkat Kerajaan Galuh: Prasejarah Perkembangaan Dari masa ke Masa Peninggalan Kerajaan!

Teuku Markam memiliki sejumlah aset berupa kapal dan  beberapa galangan kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, serta Surabaya.

Bisnis Teuku Markam pun semakin meluas, dia terjun pada ekspor-impor menggunakan sejumlah negara, mirip sebagai pengimpor mobil Toyota Hardtop.

Berasal Jepang, besi beton, plat baja, serta senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan  Keamanan dan  Presiden Sukarno.

Hasil bisnis Teuku Markam, selain sebagai salah satu sumber APBN, dia jua berhasil mengumpulkan sebanyak 28 kilogram emas buat ditempatkan di zenit monas.

BACA JUGA:Sejarah Suku Ternate: Sebuah Studi Peninggalan Suku, Serta Tradisi Hingga Adat!

Selain itu, kontribusi Teuku Markam buat Indonesia lainnya artinya membebaskan huma bagi proyek Istora Senayan, pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat, rekonstruksi jalan darat pada pesisir Timur Aceh, dan  lain-lain.

Kategori :